Pak Tua dan Dagangan DIpundaknya

Seorang bapak tua, dengan kerutan di wajahnya. kulitnya hitam legam terbakar matahari, membawa dagangan di pundaknya. Menjajakan tahu di pagi yang terik, di pertigaan pintu tol Cikampek.

Harusnya Ia terlihat sama dengan pedagang lainnya. tapi Ia tampak berbeda. Senyuman, penuh semangat, mensaratkan keramahan yang tulus. Mengais rejeki demi kelangsungan hidupnya dan mungkin anak-anaknya. Supaya keluarganya tetap bisa berlebaran.

padahal, setiap orang yang ada disana pasti tahu, siang itu sangat padat, banyak sekali kendaraan, polusi, kemacetan di segala arah. Kami-kami saja, yang hanya duduk di dalam mobil dan ber AC, mengeluh sepanjang kemacetan.

Harusnya saya bersyukur, tidak perlu berpanas-panasan, berharap rejeki dari kemacetan. Harusnya saya mencontoh si Pak Tua, tetap tersenyum, semangat, seberat apa pun cobaan hidup. Alhamdulillah. dan Semoga Si Pak Tua mendapat rejeki yang barokah dari Allah SWT.

Selamat Pagi, pagi, pagi, Pak. Tetap tularkan semangat kepada Kami.

Advertisements