Jika lima kalimatku kau balas dengan satu kata singkat, berapa ribu paragraf yang harus aku sampaikan sampai kau dapat memberikan untaian kalimat-kalimat romantis?Jika kau membutuhkan waktu seharian untuk membalas pesanku, berapa lama aku harus menunggu sampai kalimat itu rampung?

just a simple promise on my birthday

Hari ini usiaku tepat 24 tahun. Selangkah lagi menuju usia perak yang katanya menjadi masa yang ditunggu-tunggu setiap pemuda dan pemudi. Masih teringat sekali dalam benakku, pertanyaan yang kau tanyakan dua hari yang lalu, “Kamu mau kado apa?” Aku bilang aku ingin rumah. Rumah yang ada tangganya 🙂

Kamu tau, aku ingin apa?
Aku, bukan ingin memiliki mobil mewah. Bukan ingin belanja barang-barang mewah di mall sebesar Grand Indonesia. Bukan juga ingin jadi putri raja. Bukan pula ingin bisa membaca masa depan.
Aku ingin jadi hujan yang pertama kali menembak tubuhmu. Masuk ke dalam dirimu. Menyatu dan tak pernah menanyakan jalan keluar.
Aku ingin mengalir hingga berhadapan dengan detak jantungmu.

Aku ingin menyatu dengan kamu.

Udah. Itu aja

 

 

Kisah Gunung dan Awan

Pada suatu masa….

Lahirlah sebuah kisah dari perasaan yang selalu bersembunyi dengan malu-malu. Tentang sepasang awan dan gunung yang tak saling menyelaraskan. satu merindukan sementara yang lainnya? entahlah. Ia sepertinya mengabaikan.

Ialah gunung yang selalu memendam rindu kepada awan sejak kali pertama ia mampu menjejakkan tubuh dengan menjulang. Bahkan dalam setiap detik waktu yang melaju, gunung tak pernah luput memandangi awan yang berarak riang dari kejauhan.

Ada satu pesona bernama entah yang membuat gunung jatuh kagum pada awan dengan segala pikatnya yang paling pekat.

             ***

Namaku Nimas..

Tak kenal maka tak sayang, semakin kenal semakin sayang. 

Ada pepatah jawa yang mengatakan “asmo kinaryo jopo” atau bahasa indonesianya “nama itu ibarat do’a”. Orang tuaku memberiku nama yang cantik pasti ada maksudnya. Yaa meskipun pernah waktu aku SD, aku tanya ke *Bu’e soal nama.

N  :  “Bu, nama *imas artinya apa?”

B  :  “Gak tau, ibu liat di koran, pas lg hamil mbak”

N  :  “Z”

Tapi untungnya aku lahir dan tumbuh berkembang di era yang super canggih sampai sampai karakter 2D pun punya lebih banyak fans dari pada manusia yang berdimensi-dimensi (baca: hatsune miku).

Namanya Om Google, yang gak pernah bilang ‘gak tau’ waktu ditanya. Untungnya dia om om, kalo tante tante (cewek) pasti selalu bilang ‘terserah’ pas ditanya.

***

Nimas bahasa jawa yang bermakna perempuan; Si ***Pae sepertinya ingin anak pertamanya yang menggemaskan ini  menjadi seorang hamba yang menyadari kodratnya sebagai seorang perempuan, sebagai seorang istri di kemudian hari, juga calon Ibu dari anak-anakku kelak. Pa’e sering banget bilang, “Mbak, kalo perempuan itu harus ……… (bla bla bla)”. Jadi inget percakapan waktu aku masih jaman jaman ababil, awal masuk SMA.

P  :  “Mbak, belajar belajar masak kenapa sih. Perempuan tuh harus bisa masak. Nanti kalo udah nikah suami sama anaknya mau dikasi makan apa? masa indomie melulu”

N  :  “delivery pizza aja”

P  :  “(mungkin kesel) pokoknya mulai besok belajar masak sama ibu”

Ayu yang berarti cantik, cantik paras, cantik hati, yang tentunya dapat menjadi penenang bagi yang memandangnya, yang senyumnya dapat menentramkan hati. Aku mah mengamini saja. Semoga memang benar benar terlahir untuk cantik.

Wardhani: Katanya sih dari nama keluarga. Tapi yang lainnya wardoyo, dari nama yangkung “Slamet Wardoyo”. Entahlah. Yang pasti si Wardhani (harus ada huruf ‘h’ nya) ini gak masuk di Akte, KK, mapun KTP.

***

nimas, terlahir untuk cantik

halo.. namaku nimas

Jadi, namaku Nimas Ayu. Apakah aku pernah protes tentang nama itu? Definitely, yes. Aku sempat merasa  malu kalau teman-teman memanggil aku dengan sebutan “mas, mas”. Kadang aku merasa namaku kok ndeso banget ya. . Padahal ketika orang tua kita memutuskan memberi kita nama dengan arti yang kuat dan mendalam, artinya mereka mengharapkan kita menjadi seperti nama yang telah diberikan kepada kita.

Padahal,

Apapun nama, sebagus apapun nama itu jika tidak ditunjang dengan kepribadian dan tingkah laku yang baik, maka lunturlah semua kebaikan yang telah ditanamkan oleh nama yang baik itu.

Namaku Nimas.  Bagiku, nama itu adalah anugerah. Aku ingin melakukan banyak hal lagi yang membuat nama sederhana itu menjadi berkah bagi semua yang kenal dan dekat denganku.Amin

When one door closes, another opens; but we often look so long and so regretfully upon the closed door that we do not see the one which has opened for us ~ Alexander Graham Bell