1..2..3..4..5! sudah genap lima hari gunung dan awan tak bertukar sapa. angin lah yang membuat jarak untuk memisahkan temu antara gunung dan awan. gunung gelisah. Ia ingin menyapa awan, tapi takut diabaikan. sebab awan tampak acuh seolah tak ingin disapa. gunung murung. ia hanya berharap angin membawa pesan dari awan. Tapi sepertinya sungguh yidak mungkim

Hei, Indonesia menarik loh!

Setiap tempat pasti memiliki kesan yang berbeda pula untuk pengunjungnya. Bukan hanya keindahan alamnya, bahasa, budaya, dan cara mereka bersosialisasi pun berbeda. Begitu pula dengan perjalanan untuk mencapai suatu tempat. Menyusuri hutan maupun tepi ranu saat menuju puncak semeru dengan arek-arek Lumajang pasti berbeda kesannya jika saya mendaki bebatuan dan tanah becek saat mendaki gunung Gede dengan anak-anak kampus. Pemandangan alamnya sudah pasti berbeda, tapi bukan hanya itu, mulai dari cara berbicara, peralatan yang mereka bawa, guyonan, bahkan mungkin saja tujuan untuk mencapai puncak pun berbeda.

Tempat yang pasti saya datangi saat berada di kota orang adalah pasar tradisional. Selain untuk mencari makanan khas maupun benda-benda lucu yang tidak biasa saya temukan ditempat lain, memperhatikan interaksi penjual dan pembeli saat adegan tawar-menawar adalah hal yang menyenangkan. Cara pedagang menjajakan dagangannya juga terkadang tidak biasa. Saya sering merasa keheranan dan bengong sekitar 5 detik sebelum akhirnya mengangguk-angguk sendiri tanda mengerti apa yang mereka bicarakan. Beberapa kali saya mencoba mengingat kosa-kata yang mereka ucapkan kemudian menanyakannya kepada teman yang berasal dari daerah itu. It’s Unique! Sungguh pengalaman yang tidak bisa dibeli dengan uang satu milyar, pun.

Daerah yang pernah saya kunjungi saat ini baru meliputi pulau jawa dan pulau-pulau disekitarnya. Begitu beragamnya Indonesia, membuat ratusan kota yang sudah saya singgahi terlihat sedikit. Ini baru Pulau Jawa, BALI, Madura, dan pulau-pulau kecil desekitar Jawa. Bagaimana dengan daerah di ujung barat Indonesia atau diujung timurnya? Saya memiliki sahabat-sahabat dari Pulau Sumatra, Sulawesi, Nusa Tenggara, Sulawesi, bahkan seorang teman yang tinggal dan mengabdi di fak-fak . Mereka sering sekali menceritakan keindahan tanah kelahiran mereka. Betapa beragamnya Indonesia dilihat dari sisi mana pun. Terdengar sangat mengasyikan. Tapi sayang seribu sayang, saya belum berkesempatan merasakan langsung keindahan yang saya dengar. Hal itu lah yang memotivasi saya menjadi pekerja keras yang sering menyapa lembur. Demi bisa membeli tiket pesawat ke tempat yang ‘katanya’ indah itu.