Kisah Gunung dan Awan (2)

***

Awan selalu terbayang di ufuk mata, kala alphabet berlalu-lalang dengan gamang dipikiran sang gunung. Entah asap dupa apa yang telah awan tiupkan hingga gunung tak mampu lagi menggantikan sosok awan…

***

Gunung terlalu malu-malu untuk mengejawantahkan isi hatinya. Perasaannya hanya meresap dan kemudian menjadi alunan kata dan nada yang terenggok dibagian paling dalam memorinya. Segalanya disimpan rapat, sesenyap ufuk senja saat malam dating menjemputnya..

Saat ini cukuplah gunung menghidupkan awan dalam mimpi-mimpinya. Dalam pengharapannya yang nyata walau tampak sekilas fana bahwa semua yang ia harapkan akan terjadi tepat pada waktunya. Semua kan dipersandingkan sesuai catatan rahasia-Nya. Sampai suatu ketika segala pengharapan tak lagi berkalang semu.

Meskipun awan masih berarak jauh darinya, gunung tetap menjadikan awan inspirasinya dalam tiap nada dan alphabet. Rindunya semakin bertumbuh bagai perdu ditengah hutan yang subur tanpa pupuk-pupuk dusta. Sampai saatnya tiba, Tuhan menunjukkan perasaan yang telah ia simpan diam-diam.

***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s