manis tanpa gula

Sejak esensi dari pertemuan adalah mendekatkan diri, adakah yang lebih cepat dari dua hati yang saling memendekkan jarak?

Jika ada dua orang dari kota berbeda ingin bertemu, tentu akan lebih cepat bertemu saat kedua pihak bergerak ke titik tengah bukan? Saling jemput. Kalau cuma satu yang menjemput, waktunya lebih lama. Begitu juga jodoh. 

Saat rasa manis itu terasa padahal tidak ada gula, mungkin sudah saatnya kita memendekkan jarak. Menjadi lebih dekat sampai meniadakan spasi. mungkin sudah saatnya mengutarakan rasa menjadi kata. Menyatukan aku dan kamu menjadi kita. 

Kalau memang rasa itu ada, kenapa tidak segera diutarakan saja. Bukankah memang sudah seharusnya rasa itu dibagi, bukan untuk disembunyikan.

Jangan keasikan menyimpan, lah. Makanan aja bisa bulukan, apalagi perasaan.
Terlalu lama nyimpen perasaan itu gak baik, nanti jerawatan loh!
#sitomatngomongsamasiapasih 

Z!

Advertisements

Kisah Gunung dan Awan (2)

***

Awan selalu terbayang di ufuk mata, kala alphabet berlalu-lalang dengan gamang dipikiran sang gunung. Entah asap dupa apa yang telah awan tiupkan hingga gunung tak mampu lagi menggantikan sosok awan…

***

Gunung terlalu malu-malu untuk mengejawantahkan isi hatinya. Perasaannya hanya meresap dan kemudian menjadi alunan kata dan nada yang terenggok dibagian paling dalam memorinya. Segalanya disimpan rapat, sesenyap ufuk senja saat malam dating menjemputnya..

Saat ini cukuplah gunung menghidupkan awan dalam mimpi-mimpinya. Dalam pengharapannya yang nyata walau tampak sekilas fana bahwa semua yang ia harapkan akan terjadi tepat pada waktunya. Semua kan dipersandingkan sesuai catatan rahasia-Nya. Sampai suatu ketika segala pengharapan tak lagi berkalang semu.

Meskipun awan masih berarak jauh darinya, gunung tetap menjadikan awan inspirasinya dalam tiap nada dan alphabet. Rindunya semakin bertumbuh bagai perdu ditengah hutan yang subur tanpa pupuk-pupuk dusta. Sampai saatnya tiba, Tuhan menunjukkan perasaan yang telah ia simpan diam-diam.

***

Kisah Gunung dan Awan

Pada suatu masa….

Lahirlah sebuah kisah dari perasaan yang selalu bersembunyi dengan malu-malu. Tentang sepasang awan dan gunung yang tak saling menyelaraskan. satu merindukan sementara yang lainnya? entahlah. Ia sepertinya mengabaikan.

Ialah gunung yang selalu memendam rindu kepada awan sejak kali pertama ia mampu menjejakkan tubuh dengan menjulang. Bahkan dalam setiap detik waktu yang melaju, gunung tak pernah luput memandangi awan yang berarak riang dari kejauhan.

Ada satu pesona bernama entah yang membuat gunung jatuh kagum pada awan dengan segala pikatnya yang paling pekat.

             ***

ARGH!

emosi. saat ini juga pengen bikin tembok di sekeliling gw terus dikasi tulisan “DON’T DISTURB ME!!”  (curhatan pekerja yang lagi PENGEN FOKUS sama kerjaan sendiri, gara-gara dikejar deadline yang makin maju)