EoA Ad : Bela si Kermitsky

Kerikil-kerikil ini laah yang menjadikan kami semakin kuat dan menyadarkan kami bahwa masih ada beberapa diantara KITA yang memang tulus membantu mengulurkan tangannya saat jatuh tersandung. -Nay-

Haloo.. ehm.. ehm.. check sound dulu deeh, udah lama gak ngetik soalnya. Untung masih hapal posisi huruf di keyboard qwerty, jadi gak kaya waktu jaman SD kalo ngetik nyari-nyari huruf dulu sampe mau bikin satu kalimat aja butuh waktu dua menit.

Baiklah, kali ini saya menulis untuk sahabat-sahabat saya. Bisa dibilang Geng saya gitu deh kalo dikelas. Pertama, saya akan jelaskan tentang KITA. Sudah pernah saya tuliskan saat saya berusia Sembilan belas tahun, mengenai arah kehidupan saya

KITA adalah sekumpulan remaja kreatif yang tersesat di Paramadina di pertengahan tahun 2010, sampai akhirnya menemukan markasnya di Gedung C, sebagai anak DKV. Kalo di film Divergent ada lima faksi, mungkin kami bisa dikategorikan kedalam faksi Dauntless. Tapi  untuk menjadi dauntless  sejati dibutuhkan keberanian yang diatas rata-rata untuk menghadapi para senior yang beragam wataknya, mulai dari yang sok cool, cool beneran, jutek, galak, jayus, sampai yang baik hati dan tidak sombong pun ada. Bukan hanya senior-senior yang jadi cobaan untuk kami, tapi juga tugas-tugas dari dosen yang mengharuskan kami untuk gak tidur sampe dua hari, alat tempur yang benar-benar menguras isi kantong sampek-sampek mau gak mau jadi kaum duafa, otoritas kampus yang kami rasa terlalu ribet untuk kami yang nyelow ini, dan masih banyak hal yang menjadi kerikil dalam perjalanan kami. Kerikil-kerikil ini laah yang menjadikan kami semakin kuat dan menyadarkan kami bahwa masih ada beberapa diantara KITA yang memang tulus membantu mengulurkan tangannya saat jatuh tersandung.

Okeeeh. Saya akan mulai dari orang yang paling berkesan untuk saya dan saya yakin untuk geng dari kumpulan orang terbuang. Meskipun sebenarnya semuanya memiliki kesan yang berbeda-beda dihati saya. 🙂 Lah lebay… yang pertama adalah BELA. Pertama kali duduk sebelahan sama doi yaitu saat kelas menggambar 1. Saat itu, saya masih menjadi Nay yang idealis, yang terpikirkan dibenak saya pokoknya gak lagi-lagi deh duduk sama cewek yang bentar-bentar minta digambarin. Yang ada gambar doi selesai tapi punya saya malah gak selesai. Satu lagi, doi itu berisik banget. Kayaknya ada tulang ikan yang nancep dilidahnya sampek-sampek gak bisa diem barang lima menit aja. Kayaknya bela harus berlatih ngomong didalem hati deh, soalnya semua yang diotaknya langsung meluncur keluar dari multnya tanpa di rem gitu, Yang khas dari doi adalah selalu naroh tisu di jidat supaya poninya gak keriting gara-gara kena keringet. Yang patut dicontoh dari Bela adalah kegigihannya, tapi dia bukan yang terGIGIh diantara kami. Doi tuh pekerja keras banget dan ogah rugi. Kasarnya, segalanya dijadiin duit nih sama doi. Tapi saluuuut deh buat kemandirian Bela yang berusaha banget bantu keluarganya  dengan kerja sana-sini.

Bela ituu . . .  ngangenin binggow! kalo ada doi, keramaian meningkan 200%. Ada aja celotehannya yang bisa bikin kami ketawa terbahak-bahak sampe mata berair dan hampir terkencing-kencing. Makanya saya dan kawan-kawan sayang banget sama Bela. Pernah yaaa… baru-baru ini saya kembali menjadi volunteer di salah satu acara advertising terbesar se-Indonesia. Naah kebetulan penanggung jawab volunteernya itu kenal juga sama Bela, sebut saja dia Melati. Si Melati ini cerita didepan anak-anak volunteer lainnya tentang tingkah Bela, kemudian salah seorang teman saya bilang gini “Waah aku juga kayak gitu mba.” terus yang lain ada juga yang nyeletuk “Temen gue juga ada yang kayak gitu!”. Daaan Guys, tau gak mba Melati ini bilang apa “Pokonya yang ini beda. Bener-bener parah banget deh inih anak.” (sampai saat ini saya gak berani nanya ke mbak Melati, maksudnya parah yang seperti apa yang mba melati maksud???). Sejujurnya masih banyak kisah tentang mba Beldah ini, mulai dari bela yang seneng icip icip sampai warga Tegal Parang yang anti Bela. tapi rasanya tidak akan cukup jikalau semua kisah kami dituliskan dalam blog yang tidak bersalah ini. So, Pokonya Bela memang terlahir untuk bikin ketawa. Wkakakak

Oia, Bela itu punya ponakan yang cantik banget namanya Aleah. Pokonya lucu banget deh ini anak, semoga gak mirip tantenya yaa nak. Selain ponakan yang imut banget, perempuan penyuka durian namun tidak suka sushi ini punya seekor kucing ang sangat dia banggakan. Namanya Bruno. ada Bruto juga sih, tapi seinget saya Mba Beldah ini lebih sering ceritain Bruto tuh. Tapiiii, meskipun penyuka kucing, dia sering dimirip-miripin sama kodok. #maapyabel. Entah dari mana asalnya, anak-anak menggil doi ‘kermit’ dan kalau diperhatikan, emang mirip sih, maka dinobatkan lah dia menjadi ‘Bela di ratu kermitsky’. *ketokpalutigakali.

belmit

Ciee Bela foto sama kembaran…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s