Happy new year!

Malam kian larut, hujan yang sejak tadi sore hanya gerimis perlahan mulai reda dan mungkin sebentar lagi akan berganti menjadi cerah. Sudah menjadi hal yang biasa, setiap menjelang malam pergantian tahun hujan selalu menyapa kami. Mungkin ia memberikan salam perpisahan dipenghujung tahun. Atau Ia hanya ingin membersihkan jalanan  dari debu dan asap kendaraan sebelum para muda-mudi menghabiskan malam tahun baru dijalanan, menikmati suara petasan dan keindahan kembang api.
Berbeda dengan kebanyakan abege kebanyakan, malam pergantian tahun, seperti biasanya saya lewati dirumah. Yaa, Cuma dirumah, didalam kamar, main handphone, kepo di timeline sosisal media. Untungnya saya termasuk update soal sosmed. Tapi sayang seribu saying, handphone saya yang sekarang tidak mumpuni lagi untuk membuka aplikasi semacam instagram, path, instagram, twitter, bahkan untuk browsing internet saja susahnya minta ampun deh. Maklum hanpdhone jadul keluaran tahun 2000an. Tombolnya masih 12 kotak kecil yang berdempetan. Paling tidak saya bisa menggunakan hanya satu tangan untuk mengetik dengan cepat.  Yaa begitulah, smartphone saya belum lama ini berpindah tangan jadi akses internet pun terbatas. Yasudahlah, ikhlaskan saja ya sist!.
Biarpun handphone saya jadul, saya masih punya laptop canggih yang setia menemani saya sejak tahun 2010. Euis namanya. Sebetulnya gak canggih-canggih banget sih, termasuk ketinggalan sih, tapi buat saya Euis adalah laptop paling canggih dan setia bukan main.
Yaudahlah yaa basa-basinya, langsung aja saya ungkapkan apa yang sebenarnya ingin saya bagikan dipostingan kali ini. hehehe. Agak narsis sih. Lagi-lagi ini harusnya adalah postingan di Instagram, tapi berhubung saya malas dan selalu menunda-nunda untuk memposting ini, jadinya udah keburu gak musim lagi ngepost yang beginian. Jadi sebelum hari berganti menjadi tahun yang baru, saya ingin memposting cita-cita jangka panjang saya. Bisa dibilang resolusi tahun baru, tapi gak harus tahun 2015 semuanya tercapai. Hidup saya agak nyantai kok. Selow tapi gak mellow dan harus ada progress jadi lebih baik. Jalan gapapa, yang penting gak diam ditempat apalagi harus mundur. #tsaah!
10 bucket list ini sebenarnya udah saya buat beberapa minggu yang lalu, taged by @bayutirto to write down #10bucketlist. Here they are :
1. Perfect match for trip of alife time to Asia, and then to Europe.
2. Travel & explore exotic places with my lifetime partner and then make a visual journey/book to tell & share our story. Ihiyy!
3. Play snowboard, ski, and build a snowman with him.
4. diving to raja ampat
5. Financial freedom
6. Electricity bike
7. Watch Manchaster United FC’s game at Old Trafford
8. Watching sunset at papuma, sunrise at semeru, Breakfast at senggigi beach,  Lunch at burger buto- malang, and then spend the night at sempu island.
9. Fasting every Monday and Thursday, more pray to Allah, and always remember to say Alhamdulillah.
10. Last but not least, inspire people more and more

Advertisements

#20factsaboutme

Sekitar dua bulan lalu, dunia instagram diramaikan dengan mainan yang captionnya berisi 20 hal tentang saya. bisa dibilang ini jadi ajang pamer kepercayaan diri. wkwkwk. saya yakin 98% orang yang ikutan game ini nulis tang bagus-bagus tentang dirinya. Daaan mungkin saya juga. hehehe  tapi, sayangnya saya gak sempet posting foto dengan caption 20 fakta-fakta tentang diri saya. Sebenernya sempet-sempet aja sih, cumaaaa yaaaa gitu deh. akukanpemalukaka. .
Berhubung saya kena tag dari beberapa teman saya, jadi saya sempet bikin tapi cuma di save di memo henpon aja. tapi dipikir-pikir seru juga sih, cuma skrg udah ganti musim jadi mainan #10mybucketlist. tenaaang saya akan posting 10 bucket list saya gak cuma di instagram kok, tapi disini juga.
But anyway, here are #20factsaboutme as challenged by @jasmineshalika & @puspakirana & @raininmedina
1- Ich heiße Nimas Ayu. Panggilannya Nay. Ada juga yang manggil Nimas, mas mas, nyai. seraaah daaah.
2- maunya sih blesteran jerman-india, tapi apa daya kenyataannya blesteran jawa-palopo
3-was born 2 januari 1993. It’s mean i am 21 years old. But i still like rainy. Masih suka main hujan-hujanan dan males mandi. *sebentar lagi 22th dong!
4-selebor. Pelupa. Berantakan. Hatinya aja berantakan.#ehh
5- oreo enthusiast! emang dari dulu suka banget sama oreo apalagi yang rasa stroberi.
6- Favorite  city would be paris
😆😆😆 Suatu hari, sebelum usia saya 30 tahun, saya harus sudah bisa selfie didepan menara eiffel. amin.
7- I am family person. suka masak, suka belanja kepasar, suka anak-anak, bener-bener mirip emak-emak 🍫👪
8- I love traveling and learn different culture and people …🌏✈….. sampe rela hidup irit makan telor ceplok sama kerupuk deh tiap hari demi bisa traveling.hahaha
9-I love to visit traditional market.  suka iseng jalan-jalan ke pasar kalo abis lari pagi, tau-tau pulangnya bawa tentengan yg isinya jamu kunyit asem sama tomat buat
10-i am so romantic. ahahaha so i love romantic things too. suka sama surprise dan hadiaaah
11-i love sport. Running, cycling, and swimming are my fav. Kadang-kadang suka catur juga sih. Suka gak berarti jago kan yak.
12-Sometimes I don’t like being around people. Sometimes I also don’t like talking to someone.
13-I feel insecure about my body from time to time, I realize that I’m fat. But I love cooking and i love to eat, so yeah…
14-My favorite movie is Divergent. I’ve watched it more than 15 times this year. yeah! pokoknya tahun depan harus kesampean baca triloginya.
15-I used to have sleep deprivation problem.
16-I always dreamed about living abroad someday.
17- ngefans sama L’arc en Ciel, anderherera, theojames, hayley william
18- love to wearing colorfull watch. rasanya gak balance kalo gak pake jam tangan dipergelangan kiri.
19-love milk and cheese like a kid. minuman andalannya susu dancow vanila panas dicelupin oreo. what a great taste broh!
20-i love my family and all of my friends.
21-terlahiruntukcantik
yang terakhir abaikan saja. itu lagi konslet otaknya, maklum kebanyakan makan kerupuk.

Movie Review : Divergent

haloooooooooo…………

hmm..  bingung juga yaa. udah sekitar dua menit, saya cuma diam menatap keboard laptop kesayangan, dengan kesepuluh jari diatasnya. Lima menit sebelumnya sudah beberapa kata yang saya ketik, tapi kemudian saya tekan tombol ‘backspace’ itu lagi selama 5 detik. Begitu terus, sampai akhirnya saya menulis kalimat ini. hufth. Agak bingung menentukan apa yang akan saya tulis malam ini, tapi saya ingin menulis.

Akhirnya, disudut pikiran saya menemukan memori tentang sebuah film yang sudah belasan kali saya tonton. Cukup telat memang, film yang kalau tidak salah rilis bulanApril tahun ini, baru saya tonton si akhir bulan November. Padahal saya sudah mengcopy filmnya sebelum bulan ramadhan. Itu berarti sudah sekitar 5 bulan film ini menjadi file yang tak pernah saya sentuh di laptop. Dan, film ini menjadi satu-satunya film yang tidak saya hapus, saat saya sibuk menghapus file-file di laptop waktu memori penuh menjelang sidang tugas akhir, di bulan Agustus.

Ada sedikit perasaan menyesal, kenapa gak dari dulu saya tonton film ini. Padahal Mas Theo James ganteng sekali disini. Sementara saya sudah menyaksikan kisah Shailene Woodley dan Ansel Elgort sebagai sepasang kekasih di ‘The Fault in Our Stars’ jauh-jauh hari sebelumnya. Iya, Film yang saya ceritakan dari itu film Divergent. Iya, iya, film yang diangkat dari novel yang ditulis sama Mbak cantik Veronica Roth. Iyaaa kamu benerr banget, yang ituuu! gak salah lagi!

Jadi ceritanya di masa depan, setelah ada perang yang sangat besaaar, para pendiri pendahulu Chicago para membagi kehidupan masyarakat Chicago menjadi 5 faksi / golongan, semacam kasta gitu kali ya (kayak agama buddha). Mereka adalah Erudite (golongan cerdas, ilmuwan), Amity (golongan orang baik, petani), Dauntless(golongan pemberani, polisinya kota Chicago), Candor (golongan jujur), dan Abnegation (golongan relawan). Penggolongan ini mengingatkan saya dengan distrik di film Hunger Games dan asrama di film Harry Potter.

Tokoh utama di film ini adalah seorang remaja yang berasal dari faksi abnegation, Beatrice Prior yang diperankan sama Mbak Shailene Woodley, Dia  memiliki seorang kakak bernama Caleb Prior (Ansel Elgort). Jadi ceritanya orangtua Beatrice merupakan tokoh yang berpengaruh dalam golongan mereka, semacam anggota dewan/menteri gitu deh.

Nah, setiap anak yang sudah memasuki usia remaja harus melakukan test untuk menentukan di golongan manakah mereka seharusnya berada. Karena tidak semua anak harus mengikuti golongan orang tuanya. Setiap individu berhak menentukan dimana mereka sebaiknya berada namun harus disesuaikan dengan hasil test. Kereen kan. Kalo kata petinggi erudite sih, Faksi diatas keluarga. hikss

Tiba lah pada hari dimana beatrise, caleb, dan teman-teman sebayanya mengikuti ujian. Tapi ada yang aneh dari hasil test Beatrice, ia ternyata adalah seorang Divergent (kelainan) yaitu seseorang yang memiliki lebih dari sifat yang menonjol, jadi bisa masuk ke Erudite, Dauntless atau Abnegation . Si Penguji namanya mbak Tori, seorang pembuat tatto dari faksi dauntless, menasihati Beatrice agar ia tidak bilang kepada siapa pun jika ia adalah Divergent. Dan hal ini emmbuat Beatrice galau untuk menentukan faksi mana yang harus ia pilih.

Dihari yang penentuan, Beatrice ternyata memilih untuk masuk Dauntless, dan kakaknya, Caleb memilih Erudite. Sedih deh pas lihat kedua orang tuanya harus ditinggalin sama kedua anaknya.

Dauntless adalah golongan yang banyak disebut sebagai gologan orang ‘gila’ karena mereka tak memiliki rasa takut. Baru mulai aja, Beatrice harus memanjat tiang rel kereta, kemudian melompat masuk ke dalam kereta dan lompat dari kereta ke atas gedung bertingkat. Kemudian Beatrice harus melompat dari ketinggian menuju dasar gedung. Ngeri banget ngeliatnya, untungnya ternyata dibawahnya ada jarring-jaringnya. Naah disini nih muncul si ganteng Four yang diperanin sama mas Theo James. Disini juga Beatrice berganti nama menjadi Tris. Daaan kisah Tris yang sebelumnya terancam dikeluarin dari faksi dauntless karena dia lemah, hingga akhirnya dia menjadi wanita tangguh pun dimulai. Jeng jeng jeng jeng! selanjutnya silakan menonton sendiri yaa. Bisa download atau boleh juga ditungggu siapa tau ditayangin di bioskop Trans TV tahun depan.

Beatrice & Four

Pas pertama kali Beatrice melompat dari atas gedung, ternyata udah ada Mas Four yang nunggu dibawah

Jadi inti dari film ini sebenarnya adalah penyelamatan kota dari pemimpin yang doyan menindas. Hampir sama seperti Hunger Games yang di ending film terjadi pemberontakan oleh divergent dan orang-orang yang masih memiliki hati nurani.

Intinya film ini, keren banget! Aktingnya shai itu loooh, kerennya pake double banget Jennifer Lawrence masih kalah keren deh kalo menurut saya. Apalagi ada Mas Theo yang atletis banget. Mereka berdua romantis banget, tapi gak lebay. Pokoknya cucok banget deh. Kalo dibandingin sama  The Hunger Games, Divergent lebih seru laah.  Pokoknya tahun depan harus nonton Insurgent. Katanya sih jumat ini udah keluar trailernya. Jadi gak sabar.

Sayangnya sampai tahun ini, saya belum kesampaian juga baca Triloginya. Ya Allah semoga ada yang berbaik hati minjemin novelnya. Syukur syukur kalo ada yang ngasihin. hehehe #ngarep.

div

EoA Ad : Bela si Kermitsky

Kerikil-kerikil ini laah yang menjadikan kami semakin kuat dan menyadarkan kami bahwa masih ada beberapa diantara KITA yang memang tulus membantu mengulurkan tangannya saat jatuh tersandung. -Nay-

Haloo.. ehm.. ehm.. check sound dulu deeh, udah lama gak ngetik soalnya. Untung masih hapal posisi huruf di keyboard qwerty, jadi gak kaya waktu jaman SD kalo ngetik nyari-nyari huruf dulu sampe mau bikin satu kalimat aja butuh waktu dua menit.

Baiklah, kali ini saya menulis untuk sahabat-sahabat saya. Bisa dibilang Geng saya gitu deh kalo dikelas. Pertama, saya akan jelaskan tentang KITA. Sudah pernah saya tuliskan saat saya berusia Sembilan belas tahun, mengenai arah kehidupan saya

KITA adalah sekumpulan remaja kreatif yang tersesat di Paramadina di pertengahan tahun 2010, sampai akhirnya menemukan markasnya di Gedung C, sebagai anak DKV. Kalo di film Divergent ada lima faksi, mungkin kami bisa dikategorikan kedalam faksi Dauntless. Tapi  untuk menjadi dauntless  sejati dibutuhkan keberanian yang diatas rata-rata untuk menghadapi para senior yang beragam wataknya, mulai dari yang sok cool, cool beneran, jutek, galak, jayus, sampai yang baik hati dan tidak sombong pun ada. Bukan hanya senior-senior yang jadi cobaan untuk kami, tapi juga tugas-tugas dari dosen yang mengharuskan kami untuk gak tidur sampe dua hari, alat tempur yang benar-benar menguras isi kantong sampek-sampek mau gak mau jadi kaum duafa, otoritas kampus yang kami rasa terlalu ribet untuk kami yang nyelow ini, dan masih banyak hal yang menjadi kerikil dalam perjalanan kami. Kerikil-kerikil ini laah yang menjadikan kami semakin kuat dan menyadarkan kami bahwa masih ada beberapa diantara KITA yang memang tulus membantu mengulurkan tangannya saat jatuh tersandung.

Okeeeh. Saya akan mulai dari orang yang paling berkesan untuk saya dan saya yakin untuk geng dari kumpulan orang terbuang. Meskipun sebenarnya semuanya memiliki kesan yang berbeda-beda dihati saya. 🙂 Lah lebay… yang pertama adalah BELA. Pertama kali duduk sebelahan sama doi yaitu saat kelas menggambar 1. Saat itu, saya masih menjadi Nay yang idealis, yang terpikirkan dibenak saya pokoknya gak lagi-lagi deh duduk sama cewek yang bentar-bentar minta digambarin. Yang ada gambar doi selesai tapi punya saya malah gak selesai. Satu lagi, doi itu berisik banget. Kayaknya ada tulang ikan yang nancep dilidahnya sampek-sampek gak bisa diem barang lima menit aja. Kayaknya bela harus berlatih ngomong didalem hati deh, soalnya semua yang diotaknya langsung meluncur keluar dari multnya tanpa di rem gitu, Yang khas dari doi adalah selalu naroh tisu di jidat supaya poninya gak keriting gara-gara kena keringet. Yang patut dicontoh dari Bela adalah kegigihannya, tapi dia bukan yang terGIGIh diantara kami. Doi tuh pekerja keras banget dan ogah rugi. Kasarnya, segalanya dijadiin duit nih sama doi. Tapi saluuuut deh buat kemandirian Bela yang berusaha banget bantu keluarganya  dengan kerja sana-sini.

Bela ituu . . .  ngangenin binggow! kalo ada doi, keramaian meningkan 200%. Ada aja celotehannya yang bisa bikin kami ketawa terbahak-bahak sampe mata berair dan hampir terkencing-kencing. Makanya saya dan kawan-kawan sayang banget sama Bela. Pernah yaaa… baru-baru ini saya kembali menjadi volunteer di salah satu acara advertising terbesar se-Indonesia. Naah kebetulan penanggung jawab volunteernya itu kenal juga sama Bela, sebut saja dia Melati. Si Melati ini cerita didepan anak-anak volunteer lainnya tentang tingkah Bela, kemudian salah seorang teman saya bilang gini “Waah aku juga kayak gitu mba.” terus yang lain ada juga yang nyeletuk “Temen gue juga ada yang kayak gitu!”. Daaan Guys, tau gak mba Melati ini bilang apa “Pokonya yang ini beda. Bener-bener parah banget deh inih anak.” (sampai saat ini saya gak berani nanya ke mbak Melati, maksudnya parah yang seperti apa yang mba melati maksud???). Sejujurnya masih banyak kisah tentang mba Beldah ini, mulai dari bela yang seneng icip icip sampai warga Tegal Parang yang anti Bela. tapi rasanya tidak akan cukup jikalau semua kisah kami dituliskan dalam blog yang tidak bersalah ini. So, Pokonya Bela memang terlahir untuk bikin ketawa. Wkakakak

Oia, Bela itu punya ponakan yang cantik banget namanya Aleah. Pokonya lucu banget deh ini anak, semoga gak mirip tantenya yaa nak. Selain ponakan yang imut banget, perempuan penyuka durian namun tidak suka sushi ini punya seekor kucing ang sangat dia banggakan. Namanya Bruno. ada Bruto juga sih, tapi seinget saya Mba Beldah ini lebih sering ceritain Bruto tuh. Tapiiii, meskipun penyuka kucing, dia sering dimirip-miripin sama kodok. #maapyabel. Entah dari mana asalnya, anak-anak menggil doi ‘kermit’ dan kalau diperhatikan, emang mirip sih, maka dinobatkan lah dia menjadi ‘Bela di ratu kermitsky’. *ketokpalutigakali.

belmit

Ciee Bela foto sama kembaran…