Pagi diatas Awan

Melewati pagi bersama AirAsia

Melewati pagi bersama AirAsia

Aku selalu suka pagi. Pagi selalu dingin . aku senang menikmati pagi. Apalagi jika ditemani secangkir teh manis hangat dan pisang goreng buatan ibu.

Semua berawal dari doa. Doaku yang ingin sekali menginjakkan kaki diluar negeri. Mencicipi udara dari belahan bumi lainnya. Memiliki paspor dengan cap negaara mana saja. Melihat para sahabat yang menghabiskan waktu liburan di singapur. Mendengar cerita dari teman-teman dekat yang baru saja tiba dari New Zaeland. Sebelumnya temanku yang lain menceritakan pengalamannya menjadi tamu di stadion bernabeu. Ada juga yang bercerita dengan sangat seru pengalamannya naik ‘tuk-tuk’ di Thailand, kemudian tersesat di Filipina.  Ditambah lagi mereka yang mengunggah fotonya dengan latar USS, bahkan menara Eiffel.

Iri? Bisa  jadi. Aku hanya bergumam dan berandai-andai, ‘kapan ya aku bisa keluar negeri seperti mereka?’patut aku akui, aku memang penghayal yang lumayan baik. Mulai dari berkhayal sedang check-in entah di bandara mana, yang pasti bukan di Indonesia, mengenakan jaket tebal dan sepatu boots sambil menenteng pasport. memberi makan burung-burung yang terbang bebas di taman. Atau hanya sekedar jalan-jalan sore menikmati sejuknya udara di Keukenhof gardens atau di Versailes, dan masih banYak lagi. Aku memang pandai berandai-andai. haha. . . padahal pada kenyataannya, jangankan ke luar negeri, naik pesawat saja belum pernah.

Aku memang terlalu penakut. Jangankan untuk berada didalam pesawat dengan ketinggian diatas 1000 kaki. Naik menara setinggi 10 M saja sudah gemetaran. Aku terlalu mengkhawatirkan hal-hal yang belum tentu terjadi. Bagaimana mungkin benda besi dengan berat puluhan, bahkan ratusan ton bisa melayang setinggi itu dengan kecepatan yang tinggi. Agak ‘lebay’ sih. Mungkin karena pengaruh film juga.

Sebenarnya impianku simple saja. Aku ingin sekali bisa ke luar negeri. Kemana saja, yang penting aku punya passport da nada cap negara lain disana. Titik.

Sampai saat hari itu pun tiba. Tahun 2013, di bulan Juli. Malam itu Aku bersama seorang sahabatku menghadiri acara fashion show salah satu merek pakaian muslimah yang pada hari itu berulang tahun. Siangnya, masih pada rangkaian acara yang sama, sahabatku yang agak-mirip-kajol  ini mendapatkan voucher belanja 500 ribu + scarf warna abu-abu, gratis! Kalau aku sih gak terlalu berharap bisa menang voucher atau hadiah seperti itu. Seingatku aku memang tidak pernah mendapatkan undian. Sepertinya tingkat ke-hoki-an ku memang rendah.

Adalah Datok Dien Meranun, yang memberikan hadiah tiket AirAsia PP Jakarta-Jeddah kepada saya dan satu lagi mbak-mbak beruntung di acara itu. Bukan hanya satu, tapi dua sheat masing-masing untuk kami. Jadi kami bisa berangkat dengan makhrom masing-masing. Saya pun berniat mengajak ayah saya yang memang belum pernah pergi ke tanah suci. Alhamdulillah, setelah berbincang-bincang dengan datok yang saat itu hadir juga bersama istrinya, ternyata  mereka sangat baik. Datok yang pada malam itu mengenakan polo tshirt dan bawahan celana panjang terlihat santai dan ramah. Beliau tidak menolak saat kami ajak foto bersama. Bahkan Datok memberikan kartu namanya dan meminta saya untuk langsung mengirimkan tanggal keberangkatan melalui e-mail kepada beliau. Meskipun sebenarnya itu menjadi tanggung jawab penyelenggara acara. Seusai acara, kami beberapa kali berpapasan dalam perjalanan keluar Mall. Saya dan dan sahabat saya itu tiada henti berterima kasih kepada Datok dan keluarga. Alhamdulillah syukur tidak lupa saya ucapkan atas rejeki yang tiada terduga itu. Sampai terakhir kami bertemu datok saat keluar lift menuju lobby. Datok menghampiri kami kemudian mengatakan ia menambahkan 1 sheat tambahan agar sahabat saya bisa ikut ke tanah suci. Subhanallah. Allah memang punya rencana sendiri. Lewat Datok Dien dan AirAsia, kami diundang untuk bertamu ke tanah suci.

Saya yang belum pernah ke luar negeri, bahkan naik pesawat pun tidak pernah, Tiba-tiba saja bisa pergi ke Saudi Arabia. Bukan hanya sendiri, tapi bersama ayah dan seorang sahabat yang sudah seperti saudara perempuan saya sendiri. Itu artinya, saya kan segera punya passport kan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s